Rasanya belum begitu lama kami
mengenalnya, tapi ternyata pertemuan kami yang singkat itu telah memberi kami
kesan yang sangat mendalam. Sahabat kami, Rocky, Anjing Siberian Husky yang
tampan. Bulu hitamnya yang mengkilat dan keanggunan gayanya menunjukkan bahwa
dia merupakan kebanggaan bagi Ownernya, Pak Rky Refrinal Patiradjawane dan Yan Yan Pelyana.
Kami baru saja berkumpul kembali pada
hari Minggu tanggal 20 Oktober 2013 di Kampus IPB Darmaga, dalam pertemuan
rutin dua mingguan member SHLB. Betapa menyenangkannya bagi kami para owner dan
juga Husky kami mendapat banyak teman-teman baru di Komunitas yang baru
terbentuk belum lama tersebut.
Tapi malam itu, kami mendapat khabar
yang mengguncangkan perasaan kami. Pada tanggal 21 Oktober 2013, Pak Riky
mengabarkan bahwa Rocky tampaknya sakit, demamnya sangat tinggi dan Rocky tidak
mau makan dan minum. Kami terus memantau perkembangannya dari Grup Black Berry
SHLB. Ada sesuatu firasat yang membuat kami semua merasa sangat sedih dan
khawatir dengan keadaan Rocky, bahkan saya dan Anna di rumah kami merasa sangat
mencekam, karena Husky kami “Carlos” nampak sangat gelisah dan terus-menerus
melolong sepanjang malam, seolah-olah dia tahu bahwa akan ditinggal pergi oleh sahabatnya,
Rocky. Kita tidak pernah tau apakah memang mereka dapat berkomunikasi nir jarak
karena sudah ada ikatan batin, entahlah… yang pasti “Carlos” melolong-lolong
dan meraung-raung, gelisah dan sedih…. sepanjang malam….”
Pada tanggal 22 Oktober 2013, dini
hari +/-jam 02.00 pagi Black berry masanger kami berbunyi dan khabar sedih itu
pun kami terima:
“Telah berpulang ke Rahmatullah, anak
kami tercinta, Rocky Patrick Alexander, kiranya Tuhan memberikan tempat yang
mulia di surga. Jika ada perbuatannya semasa hidup yang kurang berkenan, mohon
dimaafkan. Jika ada info tempat pemakaman Husky di Jabodetabek, mohon
informasinya ya… Salam refrinal dan yan Yan…” Begitulah bunyi BBM dari pak Rky Refrinal.
Segera saja Grup BBM pun ramai dengan
ucapan belasungkawa dari para anggota SHLB. Berikut ucapan turut berduka dari
para member SHLB. Berikut ini adalah perbincangan dan ucapan turut berdukacita
dari para member SHLB:
Stephen Barnabas: “Selamat jalan
Rocky Patrick Alexander, teman kami tercinta… Buat pak Rky dan yan Yan yang
tabah ya…”
Boni: “Yang tabah ya pak Rky dan yan
Yan.”
Rky Refrinal: “Iya ini lagi mencari
tempat pemakamannya… Amin… Air mata saya mengalir terus, ga mampu menahan
sedih… dia sahabat yang sangat sabar dan sangat baik…”
Brahma Wilyandrie Kandahdjaja: “Buat
pak Riky dan yan yan semoga diberikan ketabahan.”
Lily Noel Uya: “Saya turut
berdukacita pak atas meninggalnya Rocky. Semoga Rocky berada dalam pangkuan
Abraham. Selamat jalan Rocky.”
Andrian: “Turut berdukacita pak atas
meninggalnya Rocky. Yang tabah ya pak Ricky.”
Rky refrinal: “Iya, kami benar-benar
sedih dan terpukul… dia sahabat yang baik yang selalu ada, meramaikan rumah,
menenangkan hati dan selalu berupaya menghibur…”
Leonardus Gita Gouw: “Turut berduka
ya pa.. Koq bisa ya pa? padahal dia sehaaat banget …”
Riky refrinal: “Iya, tapi memang
firasat dia mau pergi ada… mendadak sangat manja, suka tidur di pelukan… Dia
manjaa banget beberapa minggu ini ga seperti biasanya… rupanya itu cara dia
pamitan…”
Leonardus Gita Gouw: “Sakit atau
gimana pa?”
Rky Refrinal: “Ga sakit sebenernya,
Cuma demam… sepulang dari Darmaga, dia demam… Semalam karna panasnya tinggi dan
sempat muntah, akhirnya dibawa ke Dokter, namun meninggal di pelukan yan yan…
Ini air mata saya mengalir terus… Sedih banget…”
Leonardus gita Gouw: “Iyaa pa… Heat
Stroke pa… panas dalam tubuh berlebih…”
Leo Fernando Accelera: “Pak Ketua,
turut berduka yaa…”
Rob Renee kenel: “Turut berduka Bro
Rky atas meninggalnya Rocky…”
Ingrid Arynda: “RIP Rocky… yang tabah
ya paK Rky dan yan yan…."
Yan Yan Peliyana Setiawan:
“Terimakasih teman-teman atas supportnya. Hari ini Rocky dikremasi…. Ternyata
sedih banget ya ditinggalin itu…”
Rky Refrinal: “All saya sangat sedih
dan terpukul, kehilangan sahabat, anak yang selama ini menghiasi hari-hari yang
indah, dan tiada hari tanpa kenangan bersama Rocky… untuk sementara saya vakum dulu ya dari
seluruh kegiatan, Stephen bisa menjalankan organisasi ini dibantu yang lain.
Terimakasih atas pengertiannya, semoga Tuhan memberikan penghiburan kepada kami..
Amin…”
Ingrid Arynda: “Amin.”
Brahma Wilyandrie kandahdjaja:
“Tenang aja pak, kita di sini semua mesti saling support. Kegiatan kita itu kan
dari kita untuk kita… Keep Spirit pak Rky dan yan yan. Selamat jalan Rocky,
semoga tenang di alam sana.’
Stephen Barnabas: “Selamat jalan Rocky… Cinta,
persahabatan dan kenangan kita akan tetap abadi… Pak Rky dan yan yan yang tabah
ya dan tetap semangat…”
Rob renee Kenel: “Pasti pak Rky
sangat2 sedih, sdh seperti keluarga sendiri… Sekali lagi saya turut berduka dan
sedih… atas meninggalnya Rocky.”
Thomas Joseph: “Sama… Saya turut
berduka dan sedih atas meninggalnya Rocky.”
Rob Renee kenel: “Teman aku pernah
ditinggal Kintamani pertamanya, dikremasi dan abu jenasahnya disimpan sampai
satu tahun dan akhirnya dilepas di laut bebas di bali, tempat asal Anjing
Kintamani.”
Dot Pet Club (Novan): “Turut berduka
cita pa Rky.”
Rky Refrinal: “Bagi kami, Rocky itu
bagian dari keluarga, dia dibesarkan dengan segala cinta… hingga kini air mata
saya juga yan yan dan lainnya terus saja mengalir… padahal kami ga pernah
menangis… kepergiannya memang meninggalkan duka yang mendalam, dan kesedihan
yang tak terhingga… Kasian Patricia… dia dibesarkan oleh Rocky sejak kecilnya,
dijaga… dan Rocky selalu mengalah… Semalam saya berdoa agar Tuhan memanjangkan
umurnya… namun rupanya Tuhan tak mau mendengar…”
Ingrid Arynda: “Yang tabah pak…
Mungkin memang Tuhan lebih butuh Rocky di Surga… Karna Dia yakin, Bapak dan yan
Yan mampu menjaga Patricia dengan baik…”
Rky Refrinal: “Iya… tidur aja sering
saya pelukin… dia suka digendong, walau gede tapi tetap saya gendong…”
Stephen Barnabas: “Memang kesedihan
ditinggal oleh anjing kesayangan kita
itu tidak bisa hilang, saya juga pernah merasa sangat kehilangan ketika
ditinggal sama Brandy beberapa tahun yang lalu… kesedihan saya masih terasa
sampai sekarang…” www.stephenbarn.blogspot.com “Saya selalu teringat dengan
kata-kata Ben Hur lampman yang selalu menghibur saya: “Tempat yang paling tepat
untuk menguburkan seekor anjing yang baik adalah di dalam hati tuannya.”
”Sekarang Rocky sudah menjadi Anjing Bersayap yang berbahagia… Cinta dan
persahabatan dengannya akan tetap selamanya.”
Rky Refrinal: “Semalam dia meninggal
di pelukan…”
Teguh Hartadi: “Turut berduka cita ya
pak….”
Rky Refrinal: “Saya ciumin
terus-menerus, dan minta dia jangan pergi, saya pun meminta pada Tuhan… tapi
tak di dengar… Ini di rumah semua pada terdiam… senyap… Patrice juga yang
biasanya periang, sekarang terdiam…”
Ingrid Arynda: “Bapak harus kuat…
Bapak sayang Patrice juga kan? “
Rky Refrinal: “Wah sayang kami
sekeluarga ke mereka melebihi sayang ke siapa pun…”
Ingrid Arynda: “Kalau Bapak sedih
terus, gimana Patrice? Ayo pak yang kuat… Rocky juga ga mau papanya sedih
terus…”
Rky Refrinal: “Cuma perasaan saya
memang sensitif… ini aja air mata saya mengalir terus.”
Thomas Joseph: “Tabah Bro Rky…”
Rocky dan Patrice, pulang dengan ceria sehabis kumpul di Kampus IPB Darmaga
Si Rocky pulas banget tidur di kasur...
Dia yang selalu sabar menghadapi Patricia
Mereka Kakak beradik yang selalu ceria dan saling menyayangi
pengennya berdua Hahahaha...
Rocky Bobo dikasur nyenyak banget
Rocky tidur di kasur pulas banget
Mimpi yang indah ya nak...
Saat terakhir Rocky bersama Patricia... Sehari sebelum meninggal...
RIP Rocky
Jenasah Rocky setelah dimandikan
Persiapan kremasi Rocky... The Beloved Dog...
Siap dikremasi
you still in my heart and unforgetable, I love u son and always miss you..(Rky Refrinal)
Rocky ketika berumur 9 bulan
















Tidak ada komentar:
Posting Komentar